Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

LIKA-LIKU MENJADI DRIVER OJOL

Minggu, 15 Mei 2022 | Mei 15, 2022 WIB Last Updated 2022-05-17T02:09:02Z

Dipandang Sejahtera Namun Banyak Cerita Lain di Baliknya

Driver Ojol (Ilustrasi/Voi)


Fahmi seorang pria berumur 20 tahun yang bergantung profesi sebagai driver ojol. Setiap harinya Fahmi memiliki penghasilan yang tidak menentu, semua itu tergantung dengan ramai dan sepinya orderan. Jika orderan sedang ramai biasanya memiliki keuntungan yang lumayan, namun driver tidak merincikan penghasilannya. "Setiap orderan masuk kita ke potong 20% otomatis langsung ke potong dari saldo Gopay driver" ungkap Fahmi.


Selama bekerja sebagai driver Gojek tentu saja banyak lika-liku yang terjadi, mulai dari marahnya customer atau lamanya dalam menunggu makanan. Pernah mendapat orderan di suatu restoran yang tidak menyediakan sedotan plastik, tetapi customer malah marah marah bilang kalau sedotan tidak di kasih sama driver nya & mendapat bintang 1 karena makanannya kurang, padahal kita driver tidak ikut menyiapkan makanan tersebut padahal yang menyediakan makanan & membuat makanan tersebut adalah restoran sendiri, kita driver cuma duduk manis menunggu makanan itu jadi lalu mengantarkan ke customer (seharusnya yang disalahkan restoran teledor)" ungkap Fahmi. Adapun juga customer yang sangat arogan dan tidak sopan terhadap dirinya namun Fahmi tetap sabar dengan apa pun yang terjadi di pekerjaannya karena merupakan sebagian dari tanggung jawab dan risiko pekerjaan.


Lika-liku yang dialami driver Gojek memang sangat banyak namun Fahmi sangat mensyukuri pekerjaannya sekarang Dia Pun belum ada keinginan untuk berpindah mitra ke perusahaan lainya, hal ini dikarenakan kekeluargaan antar driver gojek yang sangat erat. Mendapatkan teman di setiap tempat saat menunggu orderan atau saat beristirahat merupakan hal yang membuat Fahmi bertahan di Gojek Menurut Fahmi menjadi mitra ojek online sangat membantu sekali di zaman modern sekarang ini, sekarang apa pun sudah enak makan di antar, mau kirim barang di antar, naik motor diantar semua serba instan. Walaupun cuma menjadi mitra setidaknya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.


Berbeda yang dialami Fahmi salah satu mitra ojek online yang lain yaitu mas Santoso yang merupakan seorang driver Shopee Food bercerita tentang keluh kesahnya menjadi driver Mas Santosa tidak menjadikan Driver sebagai prioritas utama pekerjaan karena menurut nya pendapatan yang didapat dari pekerjaan menjadi Driver itu tidak pasti. Walaupun sering dilihat sebelah mata menjadi Driver Ojol Itu tidak mudah. Mas Santoso berbagi cerita sulitnya selama menjadi Driver Shopee Food. Terlalu seringnya memakai motor yang sudah berumur membuat motor yang digunakan Mas Santoso ini cepat rusak. Kesalahpahaman komunikasi yang terjadi antara Customer dan Driver juga salah satu kendala yang dialaminya. "Misalnya salah titik tapi kita yang dikatain lama, dan lain lain keluh nya.


Grabwheels (Ilustrasi/Grab)



Banyaknya mitra ojol membuat perusahaan pembaruan untuk menjadi kompetitor yang terbaik salah salah satunya perusahaan ojek online Grab indonesia dengan meluncurkan gebrakan baru dengan Grabfood Wheels adalah layanan pengantaran makanan dari Grab yang menggunakan sepeda listrik sehingga jalur lain" ramah lingkungan. Salah satu mitra Grabfood Wheels bernama Rian bercerita pengalamanya yang merupakan driver Grab yang menggunakan sepeda listrik selama tiga bulan terakhir ini menjadi driver, menurut Rian sendiri sejauh ini penghasilan yang di dapat memenuhi kebutuhan tambahan dan tabungan selain itu juga cukup untuk diberikan kepada orang tua. Dalam pekerjaan apapun pasti ada saja rintangan yang harus dihadapi yang mungkin juga berbeda dengan apa yang diharapkan.


Pengalaman kurang mengenakan Mas Rian selama menjadi driver Grab yang berfokus pada tiga hal yaitu medan yang dilalui, baterai sepeda dan sepeda itu sendiri. Dalam melakukan pekerjaan driver ini Mas Rian seringkali bertemu dengan medan menghambat pekerjaanya. yang sulit ditempuh karena menggunakan sepeda listrik yang berbeda dengan motor biasa, ada medan tertentu yang tidak bisa dilewati oleh sepeda ini seperti fly over yang mengharuskan para driver untuk mencari jalan yang lain. "Kalo masalah medan itu ya di area mojosongo gitu sama area UNS kan medannya nanjak gitu, sama yang di dekat flyover gitu kadang kan kita harus putar biar ga naik flyover lewat jalan lain”


Baterai sepeda listrik dan sepeda itu sendiri juga menjadi kesulitan dalam menjalankan pekerjaanya. Seringkali baterai habis atau yang statusnya rusak jadi tidak akurat selain itu juga tidak semua sepeda yang disediakan memiliki kecepatan yang sama beberapa diantaranya lebih lambat dari yang lain.


“Untuk baterai ada banyak baterai yang statusnya rusak/drop misal pagi kan dapat baterai 100% baru dipakai jalan sebentar udah 0% dan untuk sepeda kita harus pinter milih soalnya ada yang cepat dan ada yang lambat jalannya" ucap Rian. Dalam ceritanya Rian juga menambahkan faktor cuaca yang tidak bersahabat juga seringkali menghambat pekerjaannya.


Driver Ojol (Ilustrasi)

Dari beberapa komunikasi yang kita jalin menjadi seorang driver ojol bermitra di perusahaan ojek online sepertinya banyak hal yang menarik untuk dikulik, perkembangan teknologi menyebabkan kemajuan luar biasa di moda transportasi negeri ini. Sangat menyenangkan jika kita membandingkannya dengan ojek yang masih konvensional, karena dengan alasan bermitra di online mendapatkan akses yang luas dan mudah untuk mendapatkan penumpangnya. Terbalik ke belakang apabila kita telusuri ternyata menjadi driver ojek online tidak sedikit yang memberitahukan kalau dirinya tidak sesuai dengan keliatannya. Beberapa memutuskan untuk tidak melanjutkan sebagai driver ojek online bukan karena kemauan diri tetapi regulasi yang mendasari.


×
Berita Terbaru Update