![]() |
| Ilustrasi keyboard (unplash) |
Surakarta- awal mula tercipta mesin tik keyboard berurutan sesuai alfabet, namun muncul suatu permasalahan yaitu terjadi banyak dari kata bahasa inggris menggunakan huruf yang berdekatan, hal ini kerap menimbulkan masalah mesin tik macet karena orang mengetiknya terlalu cepat akhirnya bertransformasi ke beberapa susunan formasi.
Kendala ini kemudian membuat Christoper Sholes bereksperimen selama kurang lebih 5 tahun dan akhirnya di tahun 1860 sholes dan rekan eksperimen menentukan susunan “QWERTY” yang didaftarkan ke kantor paten Amerika Serikat. Penemuan susunan ini diklaim dapat mengurangi kerusakan mesin tetapi tanpa mengurangi efisiensi pengetikan.
Sejarah Perkembangan
Setelah idenya dipatenkan pada 1878 mesin tik QWERTY Sholes dan Gidden mulai masuk pasar komersil (Interisting Engineering, minggu 9/1/2022). Sholes dkk memutuskan menjual hak patennya ini ke pabrik pembuat senjata dan kemudian vendor ini menjual produk mesin tik mulai tahun 1874.
Seiring berjalannya waktu mesin tik Remington semakin berkembang hingga terjual 100.000 unit pada tahun 1890. Remington lalu memproduksi penerusnya, yakni Remington No.2 yang dilengkapi dengan tombol shift.
Dikutip dari Smithsonianmag.com (03/05), pada tahun 1090, lebih dari mesin ketik buatan Remington yang menggunakan QWERTY keyboard diproduksi.
Hingga tahun 1893 Remington pun bergabung bersama empat produsen mesin tik terbesar lainnya yaitu Caligraph, Yost, Densmore, dan Smith-Premier menjadi satu perusahaan bernama Typewriter Company.
